4 Rahasia Viral Marketing

4 Rahasia Viral Marketing

Setelah membaca artikel sebelumnya mengenai 5 Keuntungan Viral Marketing bagi Pemula Bisnis kini saatnya Anda memulai langkah untuk menerapkan viral marketing untuk usaha Anda. Meskipun Anda adalah pemula bisnis online, tidak memungkiri bahwa Anda dapat melakukan strategi marketing yang satu ini. Bahkan banyak produk baru yang berhasil menerapkannya dan berseliweran di sosial media hingga akhirnya mendulang keuntungan yang cukup besar, Andapun dapat melakukannya. Dalam artikel ini, saya akan membagikan 4 rahasia teknik viral marketing yang tidak boleh untuk Anda lewatkan, mari simak langkah-langkahnya.

1.  Menentukan Target Audiens

Langkah pertama tentu saja Anda harus menentukan target audiens Anda terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar konten yang Anda buat sesuai dan memenuhi kebutuhan target pasar yang telah Anda tetapkan. Semakin tepat sasaran dengan target pasar Anda, maka akan lebih banyak penjualan yang berhasil dilakukan. Selain itu konten Anda juga akan lebih cepat disebarkan oleh audiens Anda. Hal ini adalah kunci, maka buatlah konten semenarik mungkin dan dapat mudah disebarkan oleh audiens. Namun, jika Anda merasa kesusahan dalam menentukan target audiens Anda untuk pertama kali maka Anda dapat mengunjungi artikel di sini agar lebih mudah memahaminya.

2. Memaksimalkan Tools Sosial Media

Sumber Foto: pexels.com

Hal kedua yang harus Anda lakukan tentu saja memaksimalkan tools yang ada pada sosial media lantaran teknik viral marketing mengedapkan persebaran konten produk Anda melalui dunia maya, salah satunya ialah sosial media. Untuk itu penting untuk memaksimalkan semua fitur yang ada di dalamnya agar dapat menjangkau audiens lebih luas. Anda dapat memaksimalkan tools seperti penggunaan hastag pada setiap konten yang Anda unggah. Pastikan bahwa hastag tersebut sesuai untuk mendeskripsikan produk Anda agar mudah terlacak ataupun dicari oleh konsumen.

3. Merangkul Audiens dengan Pendekatan Emosional

Hal ketiga yang dapat Anda lakukan adalah merangkul audiens dengan pendekatan emosional, hal ini karena dirasa lebih menyentuh audiens sehingga audiens merasa dipahami dan menyebarkan konten tersebut pada sosial medianya. Semakin banyak persebarannya maka semakin besar kemungkinan konten Anda untuk viral dan menjamah audiens lebih luas lagi di laur target pasar Anda. Pendekatan emosional dalam konten yang Anda buat  dapat berupa emosi gembira, sedih, haru, takut, hingga marah sekalipun. Pengertian penambahan emosi marah di sini, bukan dimaksudkan untuk membenci sesuatu melainkan untuk menggerakkan audiens dalam melakukan sesuatu hal yang berlainan seperti konten yang Anda buat. Semisal Anda membuat konten pengalangan dana tentang pengeboman di Suriah dan menampakkan para korban yang terlantar tanpa adanya ayoman dari pemerintah, maka akan timbul rasa marah akan tragedi yang terjadi. Hal ini dapat membuat audiens tertarik untuk mengikuti pengolongan dana yang Anda serukan. Memanfaatkan emosi audiens sangat penting untuk memberikan suatu makna dalam konten tersebut. Anda juga dapat melakukan hal yang serupa dengan beragam emosi yang lainnya.

4. Mencoba Strategi Trend Jacking

Sumber Foto: asiatimes.com

Stategi terakhir yang ampuh untuk diterapkan ialah trend jaking. Trend jaking adalah strategi di mana memanfaatkan sesuatu yang viral, lagu misalnya dan ditimpali dengan strategi promisi Anda sendiri. Masih ingat bukan iklan Shopee dengan mengunakan lagu baby shark dan diganti dengan lirik Shopee sendiri dengan salah satu liriknya “di Shopee pi pi pi pi pi pi” yang menjadi ikon. Sungguh cemerlang bukan ide yang dilakukan oleh Shopee dengan menggunakan laku yang menjadi mega hit pada masanya untuk melakukan promosi, Anda juga dapat melakukan hal yang sama tentunya.

Baca juga: Menghasilkan Uang dengan Mudah di Saat Pandemi dengan Menjadi Resseler

5 Keuntungan Viral Marketing bagi Pemula Bisnis

5 Keuntungan Viral Marketing bagi Pemula Bisnis

Apakah Anda telah mengenal strategi viral marketing? Apakah sebenarnya viral marketing dan keuntungannya jika diterapkan? Bisakah menerapkan viral marketing meski baru memulau usaha? Tenang saja, di sini saya akan membahas viral marketing secara lengkap, mari simak pembahasannya.

Apa Itu Viral Marketing?

Viral marketing sebenarnya ialah teknik pemasaran dengan melibatkan konten digital yang kemudian disebarkan secara masif melalui sosial media atau platform lainnya, sehingga menciptakan potensi pertumbuhan eksponensial dalam waktu singkat terhadap objek yang viral tersebut. Konten tersebut dengan sukarela disebarkan oleh audiens dengan sendirinya dan lebih menghemat biaya pemasaran atau pengiklanan tentunya. Teknik ini bisa digunakan untuk meningkatkan brand awareness hingga penjualan.

Baca juga: Rahasia Bisnis Online yang Tak Lekang Oleh Waktu

Keuntungan Viral Marketing

Tentu saja dengan adanya viral marketing banyak sekali keuntungan yang akan Anda dapatkan, berikut akan saya berikan rangkumannya.

1. Meningkatkan Brand Awareness

Keuntungan pertama seperti yang telah dijelaskan di awal ialah dapat  meningkatkan brand awareness. Brand awareness ialah suatu istilah strategi pemasaran yang dapat menggambarkan tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu produk. Mempromosikan suatu produk baru atau menghidupkan kembali suatu merek lama merupakan salah satu langkah tepat yang dapat dilakukan untuk membangun brand awareness. Jadi pada intinya brand awareness digunakan agar masyarakat umum lebih memahami merek dari suatu produk. Dengan adanya viral marketing, membuat brand awareness terasa lebih mudah, karena perkembangan dunia digital yang membantu persebarannya.

2. Meningkatkan Penjualan

Sumber Foto: pexels.com

Selain dapat meningkatkan brand awareness, viral marketing juga dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan. Hal ini tentunya terjadi karena jamahan audiens juga lebih tersebar sehingga lebih banyak orang yang tergiur akan produk yang Anda tawarkan sehingga dapat meningkatkan penjualan secara signifikan. Belakangan ini sangat marak produk yang terjual laris berkat pengaruh sosial media terutama Instagram dan TikTok. Barang-barang tersebut viral karena diulas oleh beberapa orang dan menyebar cepat karena kualitas barang yang bagus dari ulasan semula membuat orang penasran untuk membeli dan mencobanya.

Baca juga: Tips Bisnis Tahan Krisis Saat Pandemi 

3. Menghemat Biaya Iklan

Dengan persebaran produk yang cepat dan luas tentu saja sudah menjamah beberapa audiens Anda sekaligus. Hal ini dapat menghemat biaya iklan karena penyebarannya telah dilakukan oleh pengguna sosial media. Dengan perkembangan teknologi akan semakin memudahkan pengguna internet membagikan kepada siapapun secara mudah. Dengan viral marketing jangkauan yang luas akan Anda dapatkan bahakan melebihi target pasar Anda.

4. Menghemat Waktu dan Tenaga

Tentu saja dengan viral marketing Anda akan dapat menghemat waktu dan tenaga dalam menyebarkan iklan produk Anda. Viral marketing membuat konten produk Anda akan terus menerus tersebar dengan mudahnya karena bantuan pengguna sosial media yang saling membantu share konten tersebut. Karena sudah ada yang melakukan tugas penyebaran konten, maka akan lebih menghemat tenaga dan waktu Anda. Konten dengan pendekatan viral marketing juga akan lebih cepat menyebar dibanding dengan pendekatan marketing yang lainnya.

5. Kesempatan Diliput Berbagai Media Lebih Besar

Sumber Foto: pexels.com

Hal yang tak kalah penting ialah kesempatan untuk diliput oleh berbagai media. Peluang Anda akan lebih terbuka karena produk telah berhasil viral, maka beberapa media akan meliput bisnis Anda. Dengan begitu, akan lebih banyak audiens yang mengetahui produk Anda tidak hanya melalui sosial media saja. Saat iklan berhasil viral, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk press release atau memasang iklan di berbagai media. Seperti koran, televisi, radio, dan lain-lain. Bahkan unggulnya, media-lah yang akan dengan sukarela meliput konten Anda yang viral itu.

Baca juga: Lambungkan Penjualan dengan Menargetkan Pasar bagi Pemula

5 Alasan Kenapa Konsumen Kamu Lari

5 Alasan Kenapa Konsumen Kamu Lari

Apakah bisnis online Anda tidak kunjung berkembang? Atau malah konsumen lama Anda tidak balik lagi? Apakah Anda mengerti akar permasalahannya? Salah satu faktor tersebar adalah karena para pebisnis tidak melihat usaha yang dilakukannya melalui kacamata konsumen. Sehingga tidak mengerti permasalahan yang dihadapi oleh konsumen. Artikel ini akan membahas beberapa penyebab yang membuat konsumen Anda lari.

1. Barang Tidak Sesuai dengan Gambar Produk

Hal pertama yang dibenci oleh konsumen adalah gambar produk yang berbeda dengan produk asli yang dikirimkan. Hal ini sangat sering terjadi dalam dunia bisnis online. Penjual menginginkan keuntungan maksimal dengan cara menurunkan kualitas barang. Sayangnya sebagian penjual yang curang juga memanipulasi foto produk sehingga banyak konsumen yang merasa tertipu dengan produk yang ditawarkan. Hal tersebut tentu akan menambah keuntungan namun percayalah jika konsumen tidak akan kembali untuk membeli produk di tempat Anda. Ada baiknya jika Anda memberikan produk yang sesuai dengan realita agar membangun kepercayaan dengan konsumen, akan lebih baik jika harga yang Anda tawarkan lebih mahal namun sebanding dengan kualitasnya, sehingga konsumenpun merasa puas.

2. Penjual Sulit Dihubungi

Hal kedua adalah penjual yang sulit untuk dihubungi yang membuat konsumen tidak nyaman untuk berbelanja. Penjual yang sulit dihubungi akan membuat pelanggan jenuh untuk menunggu dan akhirnya berpindah ke tempat yang lain. Namun, jika memang Anda tidak bisa selalu memantau chat dari pelanggan, ada baiknya jika Anda membuat FAQ (Frequently Asked Questions) pada situs promosi Anda. Sehingga para pelanggan tak perlu repot-repot bertanya dan menunggu jawaban langsung dari Anda.

Baca juga: Lambungkan Penjualan dengan Menargetkan Pasar bagi Pemula

3. Penjual Tidak Ramah

Sumber Foto: pexels.com

Hal penting lainnya yang harus Anda perhatikan ialah untuk bersikap ramah. Jika penjual tidak melayani konsumen dengan ramah, maka konsumen pasti akan merasa kesal dan justru tidak akan jadi membeli produk Anda. Penjual yang tidak ramah membuat konsumen merasa tidak dilayani dengan baik bahkan merasa tidak dihargai. Oleh karena itu penting untuk selalu bersikap ramah dan berempati kepada calon konsumen. Pastikan bahwa Anda mengerti keadaannya sehinga rasa personal lebih tercipta dan pelangganpun akan merasa dimengerti sehingga merasa nyaman saat berbelanja produk di tempat Anda.

4. Menyembunyikan Sebagian Informasi Produk

Banyak penjual dengan sengaja menyembunyikan sebagian informasi produk, dengan alasan hanya ingin menampilkan yang baik-baiknya saja yang harapannnya akan mengundang lebih banyak konsumen datang. Mungkin sebagian konsumen tidak akan mengetahui komposisi yang disembunyikan tersebut, namun ada juga yang mengetahui dengan merasakannya sendiri. Jika hal tersebut terjadi, pasti konsumen akan merasa sangat kecewa dengan Anda dan tidak akan membeli lagi produk yang Anda tawarkan. Berbisnislah secara baik dan bijak dan tidak mengelabuhi konsumen agar konsumen tidak merasa kecewa karena telah dibohongi.

5. Membuat Konsumen Menunggu

Hal lain yang membuat konsumen Anda lari ialah terlalu lama menunggu, entah itu menunggu chat respon dari Anda, menunggu barang re-stock, ataupun menunggu barang yang tak kunjung untuk diproses pengiriman dan tidak mendapatkan resi bukti. Hal tersebut akan membuat konsumen Anda ragu dan dapat mencurigai Anda sebagai penipu online, lantaran banyak hal serupa terjadi sehingga lebih mudah bagi konsumen untuk mengasumsikan Anda sebagai salah satunya. Oleh karena itu berikanlah waktu kepastian pengiriman yang jelas akan lebih baik lagi jika barang yang dipesan oleh konsumen tersebut sampai lebih awal dari perkiraan. Konsumen pasti akan lebih senang dengan hal-hal kecil yang mendasar namun jika dilakukan akan menyentuh konsumen.

Baca juga: 10 Keuntungan Menjadi Resseler Hermofit di Tengah Pandemi

Cara Membangun Branding yang Kuat

Cara Membangun Branding yang Kuat

Brand sangatlah penting dan menjadi kunci utama dalam penjualan bisnis online. Semakin bagus brand yang Anda miliki semakin orang mau membeli produk tersebut. Jika brand Anda memiliki banyak pembeli, calon konsumen lain juga ingin membelinya karena telah terjual banyak dan menyakinkan calon konsumen bahwa produk Anda memiliki kualitas yang baik dan layak untuk dibeli. Oleh karena itu mulailah untuk mengembangkan brand yang Anda miliki. Dalam artikel berikut akan saya membagikan cara agar brand Anda selalu dicari dan mudah diingat oleh konsumen.

Apa itu Branding?

Menurut Kotler, pengertian branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari kesemuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing. Sehingga brand adalah merek tanda yang digunakan oleh pengusaha yang memproduksi suatu produk. Brand tersebut nantinya akan menjadi ciri khas produk Anda dan membedakannya dengan produk lainnya.

Apa pentingnya Branding?

Tentu saja mebangun branding sangat perlu dilakukan, ada banyak sekali mafaat yang didpatkan saat mengebangkan brand yang Anda miliki dari awal, berikut akan saya paparkan keuntunganya.

Sumber Foto: sidedoor.com.au

1. Memberikan Identitas Suatu Produk

Tentu saja dengan adanya branding konsumen dapat dengan mudah membaca merek serta melihat logo suatu produk. Dengan pembedaan ini akan memudahkan konsumen untuk membanding-bandingkan barang serupa, oleh karena itu kualitas produk yang Anda tawarkan harus tetap menjadi nomor satu, dengan begitu konsumen akan memahami kelebihan produk Anda dibandingkan dengan yang lainnya. Penting pula untuk Anda mendaftarkan brand yang Anda miliki di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di kantor wilayah terdekat ataupun secara online. Hal ini meghindari jika suatu hari brand Anda telah besar maka ada beberapa kompetitor yang berusaha untuk mengambil alih usaha Anda dengan mengunakan nama merek yang sama. Oleh karena itu setelah Anda menetapkan brand segeralah untuk mendaftarkannya.

2. Menyampaikan Nilai Produk

Hal penting kedua dari branding ialah mampu untuk menyampaikan nilai suatu produk dengan sekali baca dan identifikasi, baik dari segi merek ataupun logo. Hal ini akan memudahkan konsumen nantinya untuk memilih dan menilai suatu produk. Pastikan brand yang Anda miliki sudah sesuai dengan citra produk yang akan Anda tampilkan pada konsumen.

3. Membuat Referral

Dengan memiliki suatu brand akan lebih mudah untuk konsumen mendiskripsikan serta mengulas produk yang Anda jualkan. Konsumen suka membeli dan mengulas produk yang dibelinya, bahkan ada laman situs tersendiri untuk mengecek kualitas suatu produk. Bayangkan jika Anda tidak memiliki nama brand, bagaiama cara konsumen akan mengulas dan merekomendasikan produk Anda kepada yang lain? Oleh karena itu nama brand sangat berdampak, terlebih jika produk Anda bagus, maka akan lebih banyak orang merekomendasikannya sehingga Anda dapat keuntungan dari sini.

Cara Membangun Branding yang Kuat

Berikut akan saya bahas bagaimana cara-cara membangun branding yang kuat.

Sumber Foto: pexels.com

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berjualan Online

1. Memahami Desain dari Identitas Brand Anda

Hal pertama, tentu saja Anda harus memahami identitas produk yang Anda jualkan, pastikan nilai dari identitas produk tercermin dan menjadi citra nantinya saat diubah menjadi suatu brand. Pastikan juga logo yang Anda gunakan memiliki arti tersendiri dan mampu untuk merepresntasikan nilai-nilai produk yang Anda usung. Anda juga dapat melihat contoh desain brand yang baik di sini.

2. Pilih Nama yang Mudah Diucapkan

Hal kedua adalah memilih nama yang mudah untuk diucapkan. Hindari nama yang meliputi unsur singkatan konsonan maupun angka, karena akan susah untuk diucapkan dengan benar, salah-salah malah produk lain yang diambilkan pramuniaga dan bukannya produk Anda.

3. Pilih Nama yang Mudah Diingat

Ada beberapa pilihan agar konsumen mengingat nama brand yang Anda buat, yang pertama adalah nama dengan yang terdiri dari 2-4 suku kata namun tidak bertabrakan dengan 2-3 konsonan. Contohnya Befkogtitani, akan susah bukan untuk diucapkan karena tidak memenuhi unsur 2-4 suku kata dengan 3-5 konsonan beda halnya dengan Hermofit, maka akan lebih mudah diucapkan.

Pilihan kedua, Anda dapat memilih nama yang nyeleneh agar mudah diingat oleh konsumen. Nama yang nyeleneh akan membuat orang penasaran contohnya rawon setan.

4. Pilih Nama yang Belum Ada

Sangat penting untuk memlih nama yang belum ada agar tidak rancu nantinya. Pastikan juga nama yang Anda buat tidak memiliki kemiripan 90%. Sebagai contoh terdapat nama brand Boutique Christina maka Anda tidak dapat membuat brand dengan nama Butik Kristina. Jika Anda melakukan hal tersebut, maka sangat besar Anda melakukan tindak plagiat dan dapat dituntut karena meskipun tulisannya berbeda, pelafalannya sama.

Baca juga: Tips-tips Berjualan Online bagi Pemula 

Rahasia Bisnis Online yang Tak Lekang Oleh Waktu

Rahasia Bisnis Online yang Tak Lekang Oleh Waktu

Mungkinkah Anda sedang ingin memulai bisnis online tetapi takut tidak berhasil karena minat pasar yang terus berubah? Atau Anda telah memulai bisnis online namun tak kunjung berkembang malah semakin sepi? Apkah Anda tahu permasalahan sebenarnya yang Anda hadapi? Banyak orang sudah memulai bisnis online tetapi tanpa pengetahuan yang memadahi dan cukup. Namun dalam artikel ini saya akan memberikan beberapa rahasia agar bisnis online Anda tetep berjalan tanpa adanya hambatan dan tak lekang oleh waktu meskipun pandemi menyerbu. Penasran bukan dengan beberapa tipsnya, mari simak sampai habis ya.

1. Pilih Produk Pada Bidang yang Aman

Sumber Foto: pexels.com

Pada dasarnya memilih produk untuk bisnis online tidak boleh asal saja. Kita harus memperhatikan produk yang kita jual karena sangat signifikan dalam menentukan langkah selanjutnya. Ada berbagai jenis produk yang terjual laku di pasaran. Mari kita bahas produknya satu persatu agar dapat menetukan pilihan produk mana yang paling sesuai untuk kita jual nantinya. Ada banyak sekali produk yang dapat dujual, namun secara umum, dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

Primer

Memilih produk umum yang selalu dibutuhkan sangatlah menjanjikan pasalnya produk tersebut tidak pernah sepi pembeli meskipun di tengah pandemi covid-19. Produk primer seperti kebutuhan rumah tangga dan makanan adalah produk yang selalu dibutuhkan masyarakat. Produk tersebut juga menargetkan pasar yang luas dan tidak terbatas untuk beberapa golongan saja. Hal tersebut tentunya memudahkan kita untuk menargetkan pasar yang lebih luas. Terlebih lagi berpotensi untuk laku setiap hari dengan produk yang kita jualkan.

Sekunder

Setelah kebutuhan primer terpenuhi maka manusia cenderung membutuhkan kebutuhan lain sebagai penunjang atau memudahkan dalam menjalani kehidupan. Kebutuhan tersebut dinamakan dengan kebutuhan sekunder. Contoh dari kebutuhan sekunder adalah alat komunikasi, alat transportasi, dll.

TIPS:

Jika Anda hendak menjual produk sekunder, Anda bisa memilih produk yang sedang viral di pasaran. Memilih produk yang sedang viral ataupun tren tentu juga mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:

  • Produk yang viral belum memiliki banyak kompetitor dalam berjualan, sehingga lebih berpeluang untuk menjadi salah satu toko yang akan dicari. Hal tersebut tentunya meningkatkan keuntungan sebagai penjual.
  • Produk yang viral telah banyak diketahui publik, sehingga tidak perlu repot memperkenalkan produk yang akan dijual nantinya.

Tersier

Produk barang terakhir merupakan bidang kebutuhan yang dapat menaikkan derajat sosial di masyarakat yaitu produk kebutuhan tersier. Pada umumnya, manusia membutuhkan produk tersier ketika manusia telah memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Contoh dari produk kebutuhan tersier adalah pakaian bermerek, makanan eklusif, dll.

2. Lakukan Inovasi

Langkah lain yang dapat Anda coba ialah melakukan inovasi. Setelah Anda memilih produk yang ingin Anda jualkan kini saatnya Anda bersaing secara resmi dengan kompetitor sebelumnya untuk merebut hati pelanggan. Memang banyak pelanggan setia yang susah untuk diajak berpindah hati, namun Anda dapat melakukan berbagai upaya, diantaranya ialah:

Berikan Packaging yang Lebih Baik

Sumber Foto: pexels.com

Anda dapat memberikan packaging ataupun kemasan yang lebih menarik lagi. Pasalnya konsumen saat pertama kali melihat adalah bentuk visual dari produk. Agar konsumen tertarik Anda dapat memaksimalkan kemasan yang ada, mulai dari desain produk hingga kemasan luar. Untuk mempercantik kemasan, Anda dapat memilih paper bag atau tas kertas dibandingkan dengan plastik. Selain itu Anda juga mendukung gerakan hijau untuk mengurangi sampah palstik. Namun jika Anda masih bingung melakukan semua hal diatas satu per satu, ada baiknya Anda begabung dengan program dropship maupun reseller suatu brand perusahaan. Karena sudah jelas tahapannya dan tentunya juga mereka telah lebih dahulu melakukan riset pasar. Seperti Hermofit yang telah menjualkan lebih dari 20 ribu produk kurang dari 1 bulan, dan kini membuka peluang usaha reseller yang menggiurkan.

3 Strategi Penjualan bagi Pemula

3 Strategi Penjualan bagi Pemula

Siapa di sini yang merasa bahwa penjualannya stuck di situ-situ saja dan tidak mengalami peningkatan? Hal tersebut sering terjadi bagi pemula lantaran kurang memaksimalkan teknik selling atau penjualan. Keadaan yang seperti ini tidak boleh dibiarkan berangsur-angsur lantaran akan memperburuk kondisi keuangan.  Cobalah untuk mengevaluasi teknik penjualan yang Anda lakukan. Berikut ini saya juga akan membagikan strategi penjualan untuk meningkatkan profit.

1. Teknik Up Selling

Teknik pertama yang bisa Anda coba adalah up selling, pernahkah Anda mendengarnya atau masih asing di telinga Anda? Sejatinya teknik up selling sudah sering diterapkan oleh bisnis perhotelan dan rumah makan. Teknik up selling adalah teknik pemasaran yang dilakukan untuk mempengaruhi konsumen agar membeli produk yang satu tingkat di atas produk yang ingin dibelinya. Untuk mencoba teknik ini, Anda setidaknya harus memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik kepada konsumen. Selain komunikasi verbal yang baik, Anda juga perlu memperhatikan teknik copywriting produk agar produk terlihat lebih menarik sehingga konsumen mau untuk membelinya. Pada teknik ini Anda dituntut untuk menguasai keunggulan suatu produk agar bisa menawarkannya kepada konsumen.

Sekedar tips dari saya untuk menerapkan teknik up selling ini adalah dengan menambahkan gratis ongkos kirim jika penjualan yang Anda dilakukan online. Anda bisa memberikan gratis ongkos kirim dengan pembelian di atas jumlah tertentu, dengan begitu konsumen akan menghabiskan lebih banyak uang di tempat Anda untuk sekedar mendapatkan program gratis ongkos kirim.

2. Teknik Down Selling

Sumber Foto: pexels.com

Teknik kedua yang dapat Anda coba adalah teknik down selling. Teknik ini kebalikan dari upselling, jika upselling menawarkan produk yang satu level di atas minat beli konsumen, teknik down selling ini justru menjualkan barang yang lebih murah kepada konsumen. Hal ini perlu juga untuk dilakukan, pasalnya tidak semua konsumen berorientasi kepada nilai dan kualitas pada suatu produk melainkan harga. Sehingga jika Anda menerapkan teknik down selling, Anda akan dapat merangkul semua jenis konsumen berdasarkan orientasi dan prioritas mereka dalam memebeli sebuah produk. Teknik ini juga memberikan solusi kepada konsumen untuk memilih harga sehingga ia tidak akan lari ke penjual yang lain. Dengan menawarkan harga yang lebih murah, membuat konsumen akan lebih mudah melakukan transaksi. Toh, kalaupun konsumen kecewa dengan kualitas produknya, uang yang mereka keluarkan pun tidak besar sehingga konsumen lebih dapat mempertimbangkannya.

3. Teknik Cross Selling

Teknik terakhir yang dapat Anda lakukan ialah cross selling. Teknik ini hampir serupa dengan up selling, bedanya jika teknik up selling menawarkan konsumen produk yang satu tingkat diatasnya dari segi harga dan kualitas, teknik cross selling justru menawarkan kepada konsumen barang pelengkap yang dibeli. Sebagai contoh seseorang membeli ponsel keluaran terbaru maka penjual juga akan menawarkan case ponsel ataupun aksesoris pelengkap lainnya untuk melengkapi ponsel tersebut. Teknik ini juga tidak mempunyai aturan waktu kapan harus digunakan kepada konsumen. Anda sendiri yang harus menentukan konsumen mana yang paling mendekati teknik penjualan yang berbeda ini.

Itulah beberapa teknik selling yang bisa membantu Anda meningkatkan penjualan. Jika Anda masih pemula bisnis online ada baiknya untuk memulainya dengan tahap yang terkecil dahulu yaitu dropshipper ataupun reseller. Kebetulan Hermofit membuka peluang usaha Anda sebagai dropshipper dan reseller, programnya sangat terjangkau dan akan dibimbing oleh tim marketing hingga berhasil kareana keberhasilan Anda adalah keberhasilan kami.

Baca juga: 10 Keuntungan Menjadi Resseler Hermofit di Tengah Pandemi

Cara Memanfaatkan IGTV Untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

Cara Memanfaatkan IGTV Untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

Instagram memiliki jutaan pengguna yang tersebar di seluruh dunia, di Indonesia sendiri Instagram merupakan salah satu sosial media yang paling banyak digunakan. Dengan Instagram, pengguna bebas membagikan momen dengan bentuk foto di Feed. Namun, fitur Instaram tidak hanya Feed ataupun Story, tapi ada juga fitur lainnya bernama Instagram TV atau biasa disebut dengan IGTV. IGTV sendiri serupa dengan Instagram Story, bedanya hanya panjang durasi video yang ditampilkan. Jika Instagram Story hanya mampu menampilkan video berdurasi 15 detik sedangkan IGTV bahkan bisa lebih dari 10 menit.

Baca juga: Bisnis Ampuh dengan Instagram

IGTV dijamin mampu membuat toko Anda dilirik oleh konsumen, pasalnya sekarang ini masyarakat Indonesia lebih suka konten berformat video dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini terbukti dengan Youtube yang merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Itu artinya kebiasaan user untuk memilih konten yang lebih luas dan panjang semakin meningkat. Belum lagi aplikasi Tiktok yang sedang naik daun dan digandrungi oleh masyarakat Indonesia untuk ramai-ramai membuat video. Minat video yang tinggi juga bisa Anda manfaatkan dengan penggunaan IGTV secara maksimal. Berikut akan saya berikan cara menggunakan IGTV untuk mengembangkan bisnis online Anda.

1. Buat Konten Vlog
Sumber Foto: unsplash.com

Untuk mengisi konten IGTV yang Anda miliki dapat berupa vlog. Pasalnya vlog tidak hanya dapat dilakukan di YouTube saja namun IGTV juga karena metode yang diterapkan sama persis. Video vlog terbukti banyak diminati oleh pengguna internet karena penonton merasa dilibatkan dalam perjalanan bisnis anda. Semisal Anda punya agenda untuk mengunjungi produsen untuk kemasan produk anda. Anda bisa merekam video kunjungan anda dan memperlihatkan seberapa aman dan bagus kemasan yang anda gunakan.

2. Cross Promote Video IGTV di Instagram

Instagram merupakan salah satu aplikasi media sosial yang paling mudah berpindah dari satu konten ke konten lainnya. Peminat IGTV memang belum sebaik konten dalam bentuk Instagram Feed dan Instagram Stories. Untuk mengantisipasi, anda perlu melakukan promosi setiap anda membuat konten video yang lebih panjang. Nah, Instagram memberikan fitur agar video di IGTV juga bisa ditonton cuplikan singkatnya di feed dan story. Dengan cara ini, user akan diarahkan untuk menonton versi lengkapnya ketika tayangan videonya terpotong. Jadi pastikan beberapa detik pertama konten video anda cukup menarik dan bikin orang penasaran.

3. Optimasi Judul dan Deskripsi 
Sumber Foto: unsplash.com

Saat menentukan judul video, Instagram membolehkan anda menulis maksimal 75 karakter. Namun akan terpotong hanya menjadi 50 karakter ketika ditampilkan di halaman feed Following atau Popular. Jadi pastikan keyword yang penting taruh di bagian depan atau kalau bisa jangan melebih 50 karakter saat memberi judul. Untuk kolom deskripsi, anda bisa menulis dengan karakter yang lebih banyak hingga 220 karakter. Namun jangan lupa untuk memasukkan hashtag yang relevan agar jangkauannya lebih luas seperti yang anda lakukan di Insta Story atau postingan biasa. Jangan lupa untuk kasih link ke halaman situs yang Anda miliki.

4. Gunakan Thumbnail IGTV yang Menarik

Mengoptimasi video di IG TV sebenarnya kurang lebih sama dengan teknik optimasi Youtube. Salah satu trik agar menarik penonton adalah dengan membuat thumbnail yang menarik. Kalau saya sendiri perhatikan untuk optimasi thumbnail ini masih banyak yang jarang dilakukan oleh bisnis maupun influencer. Padahal dengan membuat thumbnail yang menarik, anda bisa meningkatkan persentase viewers konten yang Anda buat. Luangkan waktu sedikit untuk membuat thumbnail yang menarik agar hasilnya optimal.

5. Perhatikan Durasi IGTV
Sumber Foto: unsplash.com

Mayoritas penonton tidak suka video yang terlalu panjang. Sebagian besar lebih suka menonton video maksimal 10-13 menit saja. Hanya 25% orang yang menonton video berdurasi lebih dari 20 menit hingga tuntas. Jangan lupa 10 -20 detik pertama akan sangat menentukan apakah video anda akan ditonton atau tidak. Jika di awalnya tidak menarik, mereka akan mudah sekali ngeskip ke konten video dari akun lain.

Baca juga: Tips Berkonten di Instagram agar Menarik Pelanggan

Tips Ampuh Bisnis Online Lewat Instagaram Story dengan Mudah

Tips Ampuh Bisnis Online Lewat Instagaram Story dengan Mudah

Penggunaan sosial media terlebih Instagram semakin meningkat seiring dengan pandemi virus corona ini. Karena kebanyakan orang melakukan aktivitas dari rumah saja dan menjadi lebih sering mengakses sosial media. Dengan jumlah pengguna aktif Instagram yang banyak membuat hal ini menjadi peluang besar bagi bisnis online Anda dalam memasarkan produk yang Anda miliki.

Baca juga: Bisnis Ampuh dengan Instagram

Namun pada pembahasan kali ini akan lebih mendalam mengenai salah satu fitur Instagram yang sudah tidak asing lagi, hal itu tidak lain adalah Instagram Story. Pengguna Instagram pasti sudah familiar dengan salah satu fitur ini. Instagram Story memang tampaknya didesain agar membuat penggunanya lebih kecanduan karena sering dibuat tidak sadar melihat 30 update dalam satu waktu. Fitur ini membuat pengguna melihat suatu update lebih lama dari yang direncakanan karena ada interval waktu maksimal 15 detik sebelum melihat update selanjutnya. Dari sisi marketing bisnis, Instagram Story merupakan tempat menarik untuk meningkatkan brand awareness. Tanpa penjelasan yang lebih lama lagi berikut akan saya bagikan tips marketing atau pemasaran menggunakan Instagram Story, mari simak penjelasannya sampai habis ya.

1. Tampilkan Proses Behind the Scene

Sumber Foto: unsplash.com

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah menampilkan proses di balik layar atau lebih dikenal dengan istilah behind the scene sebuah iklan produk yang Anda miliki. Proses behind the scene membuat citra kejujuran pada produk yang Anda jualkan. Belakangan ini bisnis berlomba-lomba menampilkan kejujuran di depan konsumen. Konsumen menjadi lebih percaya ketika mereka bisa melihat lebih dekat tentang produk yang menarik perhatiannya. Nah Instagram Story merupakan media yang tepat untuk menampilkan sneak peak proses bagaimana bisnis Anda dijalankan.

2. Berikan Konten Edukatif

Anda juga dapat mengisi Instagram Story dengan beberapa konten edukatif yang memberikan informasi penting mengenai produk yang Anda tawarkan kepada calon konsumen. Memberikan konten yang informatif ini tujuannya adalah selain untuk mengedukasi calon konsumen juga untuk mempertahankan konsumen lama untuk terus mengikuti akun jualan anda. Biasanya konsumen sangat mengapresiasi bisnis yang memberikan informasi yang berguna untuk mereka. Jadi mereka tidak merasa dijuali terus menerus. Konten Insta Story bisa difungsikan sebagai mini blog dimana anda bisa menulis beberapa poin penting dalam bentuk teks yang bisa dibaca. Perlu diperhatikan sebaiknya penulisan artikelnya jangan terlalu panjang dan terlalu memenuhi layar. Tuliskan beberapa poin penting dan rangkuman saja. Jika follower anda ingin baca informasi lebih lanjut, bisa diarahkan untuk swipe up agar membuka artikel versi panjangnya di website anda. Cara seperti itu sering digunakan untuk menarik traffic dari Instagram ke website anda.

3. Berikan Video Tutorial

Sumber Foto: pexels.com

Langkah selanjutnya Anda dapat membuat video tutorial dengan produk yang Anda jualkan. Semisal Anda menjualkan madu asli, maka berikan beberapa tutorial cara mengonsumsi madu Anda. Anda dapat membuat berbagai resep makanan ataupun minuman sederhana menggunakan madu yang Anda jualakan. Semakin banyak video tutorial yang Anda tampilkan, akan membuat banyak calon konsumen tergoda untuk membeli produk madu Anda terlebih lagi banyak manfaat yang ditawarkan.

4. Manfaatkan Fitur Stiker

Istagram story juga memiliki fitur stiker yang dapat dimaksimalkan untuk lebih dekat dengan konsumen Anda. Jika engagement di bagian Instagram Feed diukur dari tingkat like, komentar dan share. Konten di Insta Story diukur dari berapa banyak dilihat dan interaksi reply dari penggunanya. Khusus interaksi reply ini difasilitasi oleh Instagram dengan membuat berbagai stiker yang bisa diisi oleh follower misalnyasticker QnA , polling, love slider, dan sebagainya yang dapat Anda coba.

Baca juga: Tips Berkonten di Instagram agar Menarik Pelanggan

Mengenal Covert Selling Bagi Pemula untuk Mengembangkan Bisnis Online Anda

Mengenal Covert Selling Bagi Pemula untuk Mengembangkan Bisnis Online Anda

Setelah membaca dan mengetahui teknik marketing 360 campaign yang sebelumnya saya bahas untuk meningkatkan pemasaran Anda kini saatnya Anda mengetahui teknik yang baru untuk meningkatkan penjualan. Cara jualan online yang akan saya bahas kali ini adalah covert selling. Mungkin Anda juga baru pertama kali mendengarnya dan masih bingung untuk dapat diterapkan di mana. Tenang saja artikel kali ini akan membahas covert selling agar bisa Anda terapkan dalam bisnis online yang Anda jalani, selamat membaca.

1. Apa Itu Covert Selling?

Sumber Foto: pexels.com

Sebagai penjual terkadang Anda mengalami stuck atau merasa buntu untuk menawarkan barang dagangan yang Anda jualkan. Teknik hard selling sudah sangat sering ditemui dan membuat konsumen bonsan, tidak jarang pula banyak konsumen yang langsung meng-unfollow atau blokir akun jualan Anda jika terus-menerus menerapkan teknik hard selling. Oleh karena itu penting untuk Anda mengetahui covert selling. Namun, apa yang disebut dengan covert sellingCovert selling adalah teknik jualan secara terselubung yang menargetkan agar konsumen yang mendengar atau membacanya menjadi tertarik untuk membeli tanpa merasa ditawari. Teknik ini mulai banyak diterapkan oleh pebisnis yang berjualan di media sosial seperti Facebook dan Instagram karena dianggap menarik dan menyenangkan pembacanya.

2. Tips-tips Menerapkan Covert Selling

Jika sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan covert selling kini saatnya Anda masuk ke dalam langkah penerapannya yang akan saya jelaskan di bawah ini.

  • Menyebutkan Masalah yang Dihadapi

Konsumen biasanya teliti sebelum membeli bahkan tak jarang yang melihat review atau testimoni sebelum melakukan transaksi. Hal ini dapat membuat konsumen lebih yakin dalam menentukan produk pilihannya. Hal ini juga merupakan celah besar untuk Anda memaksimalkan covert selling dengan cara menyebutkan masalah yang kemungkinan dihadapi calon konsumen agar menarik perhatian. Kemudian bungkus masalah yang kemungkinan dihadapi dengan pendekatan bercerita, agar lebih menarik karena kebanyakan orang suka mendengarkan cerita.

Contohnya dengan membagikan pengalaman kesulitan yang sama. Misalnya Anda menjual produk madu untuk menambah imunitas,  maka Anda harus menceritakan pengalaman orang yang tadinya rentan sakit kini lebih sehat dengan mengonsumsi madu yang Anda jualkan. Semakin spesifik, relevan dan sama kesulitan yang dihadapi antara prospek dan objek testimoni maka akan semakin bagus. Selain itu cerita perjalanan transformasi dari titik A ke hasil di titik B yang detil adalah salah satu cara covert selling yang bagus. Cerita testimoni semacam ini akan meningkatkan social proof produk anda di mata prospek atau calon konsumen.

  • Berikan Metrik untuk Meningkatkan Kredibilitas
Sumber Foto: pexels.com

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah memberikan metrik atau statistik untuk meningkatkan penjualan Anda. Hal ini karena data dan fakta yang Anda sampaikan memberikan otoritas dan citra analisa yang kuat bahwa apa yang Anda tawarkan memang terbukti. Misalnya Anda memberikan informasi bahwa salah satu reseller anda berhasil menaikkan penjualan hingga 200% dalam 1 bulan karena jasa marketing media sosial yang Anda punya. Angka 200% tentu sangat seksi jika dilihat oleh para pemilik bisnis yang penjualannya stagnan. Metrik yang jelas seperti itu memberikan citra hasil kerja yang terukur dan kredibel.

  • Memadukan Cerita dengan Gambar

Tips covert selling yang ketiga adalah dengan teknik memadukan cerita dengan gambar. Gambar sering kali lebih meyakinkan orang dalam membeli semisal dahulu si A gemuk lalu mengonsumsi produk Anda si A berhasil menurunkan berat badan hingga 10kg. Tentunya konsumen tidak akan mudah percaya jika tanpa disertai bukti yang nyata. Oleh karena itu Anda bisa memadukan cerita dan gambar testimoni klien Anda sebelumnya.

  • Berikan Studi Kasus

Tips selanjutnya adalah dengan cara memberikan studi kasus kepada calon konsumen. Menceritakan sebuah pengalaman yang pernah anda atau customer anda alami di hadapan prospek merupakan cara bagus untuk menarik perhatian. Akan lebih baik jika yang menyampaikan hal ini bukan dari mulut anda tapi orang yang bersangkutan langsung. Misalnya anda meminta mereka memberikan testimoni yang direkam dalam bentuk video atau audio. Cara ini terbukti meningkatkan kredibilitas anda dan produk yang anda jual di hadapan prospek.

  • Maksimalkan Copywriting
Sumber Foto: pexels.com

Hal terakhir yang perlu Anda perhatikan adalah copywriting, karena hal ini berperan sangat besar dalam penjualan bisnis online Anda. Penulisan atau ucapan yang disampaikan harus relevan dengan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh prospek audiens Anda. Perlu dipahami bahwa covert selling tidak ada perintah call to action (CTA) seperti direct selling seperti “BELI SEKARANG!”, “KLAIM PROMO SAAT INI JUGA!”dsb. Teknik ini fokus untuk membuat orang tertarik tanpa merasa ditawarkan produk dan mengeksploitasi sifat kepo orang lain. Berikut akan saya berikan contoh copywriting dalam covert selling.

“Baru bangun pagi-pagi, cek HP ada notifikasi di website untuk ngirim madu ke Jakarta sebanyak 1000 biji. Dikiranya saya lagi mimpi. Ternyata setelah mandi dan nyawa kekumpul ternyata pesanannya beneran. Iseng-iseng tanya ke konsumen buat apa madu sebanyak ini. Ternyata buat acara gathering kantor. Alhamdulillah banget. Padahal fitur untuk bulk order madu di website baru dilaunching kemarin malem. Rejeki emang gak kemana.”

Baca juga: Story Resseler Yoyok dengan Omset 2.5M/Hari

Ini Dia Marketing 360 Campaign yang Biasanya Digunakan Pebisnis Sukses, Yuk Simak

Ini Dia Marketing 360 Campaign yang Biasanya Digunakan Pebisnis Sukses, Yuk Simak

Di era yang serba digital ini pemasaran online tidak bisa dilakukan dengan sembarangan saja pasalnya pesaing yang muncul pun tidak sedikit. Hal tersebut membuat Anda harus menguasi dengan benar pemasaran online. Pemasaran online banyak ragamnya, namun kali ini yang akan saya bahas adalah marketing 360 campaign. Mungkin ini pertama kali Anda mendengar istilah  marketing 360 campaignnamun jenis pemasaran atau  marketing ini nyatanya sudah banyak diterapkan oleh pebisnis suskes bahkan perusahan besar seperti contohnya Pocari Sweat dan Yamaha bahkan jauh sebelum tahun 2020. Penasaran bukan, seperti apa  marketing 360 campaign? Seberapa efektifnya itu jika diterapkan dalam pemasaran Anda dan fungsi lainnya. Oleh karena itu simak artikel ini sampai habis ya, agar Anda bisa mencontoh pemasaran sukses seperti yang dilakukan oleh brand-brand besar.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berjualan Online

1. Apa itu marketing 360 campaign?

Sumber Foto: pexels.com

 Marketing 360 campaign sejatinya adalah teknik marketing dengan melakukan komunikasi kepada konsumen melalui berbagai channel komunikasi bahkan sosial media berupa Facebook dan Instagram serta platform lainnya seperti youtube. Pendekatan ini dilakukan dari pertama konsumen itu bangun sampai tidur atau bahkan sampai ke alam mimpi konsumen. Hal ini karena iklan yang dilakukan dapat dijumpai dalam segala aktivitas konsumen sehingga iklan tersebut tertanam di alam bawah sadar pikiran si konsumen. Contoh mudahnya produk motor A dari mulai menghidupkan tv ada iklannya motor A dari pergi ke kantor dengar di radio tentang motor A, buka internet ada lagi iklannya motor A, baca koran ketemu lagi iklan motor A, sampai mau nongkrong dengan teman-temannya mengajak ke event motor A. Jadi seperti itulah teknik marketing 360 campaign dengan mendekati calon konsumen dalam kesehariannya. 

2. Seberapa Efektif Marketing 360 Campaign?

Jika Anda bertanya seberapa efektif marketing 360 campaign, tentunya teknik pemasaran ini lebih efektif dibanding dengan teknik pemasaran lainnya. Pasalnya marketing 360 campaign selain hadir di tv, koran, maupun radio juga menggunakan seluruh sosial media untuk memasarkan proudknya.

Sumber Foto: brightstars.co.id

Dari contoh diatas, dapat dibuktikan kalau social media marketing campaign juga sesuatu yang efektif untuk mendapatkan perhatian masyarakat untuk mencari konsumen. Tidak sampai disitu saja, strategi marketing ini juga metode yang bagus untuk membangun brand image dan brand awareness dalam pembentukan citra brand. 

3. Langkah Apa yang Harus Dilakukan?

  • Menyiapkan Anggaran Iklan

Untuk menerapkan marketing 360 campaign yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan anggaran iklan. Pasalnya marketing 360 campaign dilakukan untuk menampilkan iklan yang maksimal dalam semua media masa yang memungkinkan. Namun jika bisnis online Anda baru berkembang dan tidak memiliki cukup anggaran untuk membangun citra brand, Anda dapat melakukan pembatasan skala marketing 360 campaign. Lakukan saja di semua sosial media platform seperti Facebook, Twitter, hingga Instagram karena lebih murah. Selain itu tv, radio, hingga koran sudah banyak ditinggalkan sehingga Anda bisa memanfaatkan sosial media yang ada.

  • Memiliki Akun Jualan di Semua Sosial Media

Hal terpenting lainnya ialah tentu wajib memiliki akun sosial media untuk berjualan. Pastikan bahwa akun bisnis Anda terlihat profesional sehingga meyakinkan konsumen untuk membeli. Berikut contohnya.

  • Facebook
Sumber Foto: pexels.com

Seorang penggemar dari Facebook Page suatu brand atau bisnis terbukti akan membeli 35% lebih banyak daripada pelanggan biasa yang tidak mengikuti brand tersebut di Facebook. Hasil ini bukan hanya fakta yang dibuat-buat, melainkan didapat berdasarkan hasil studi selama 4 tahun atas sebuah toko swalayan besar yang menjual kebutuhan. Hasil ini menunjukan kalau mempunyai sebuah Facebook Page bisa memiliki pengaruh yang cukup besar. Sebuah Facebook Page yang aktif ternyata bisa meningkatkan pelanggan di toko dan meningkatkan pembelian. Berdasarkan studi yang sama, diketahui 75% laba dari suatu toko bahan makanan ternyata didapat dari 25% pelanggan mereka yang sudah menjadi penggemar toko tersebut di Facebook. Saya yakin, bagi sebagian besar Anda, 75% bukanlah angka yang kecil. Hal tersebut rupanya tidak hanya berlaku pada Facebook saja, melainkan sosial media lainnya. Sehingga semakin banyak Anda menggunakan sosial media untuk marketing 360 campaign, maka sebanding pula dengan konsumen yang akan Anda dapatkan nantinya.

Baca juga: Tips-tips Berjualan Online bagi Pemula