Hindari Gula Pasir Agar Tidak Terkena Diabetes

Hindari Gula Pasir Agar Tidak Terkena Diabetes

Siapa yang tak kenal diabetes? Pasti istilah diabetes sudah tidak asing lagi bukan pasalnya hampir sebagian orang terkena diabetes dan bahkan semua orang memiliki risiko diabetes tak terkecuali. Tapi apa yang menyebabkan orang bisa terkena diabetes? Diabetes sering disebut juga dengan istilah kencing manis, yang merupakan penyakit karena terlalu banyak kadar gula dalam darah. Penyakit diabetes ini terkadang muncul tanpa adanya gejala sehingga Anda patut mewaspadainya. Karena diabetes merupakan penyakit yang muncul tanpa gejala, maka diabetes sering disebut pula dengan pembunuh senyap. Walaupun tidak memiliki gejala yang nampak membuktikan penyakit ini sangat krusial dan mengganggu kesehatan Anda. Oleh karena itu penting untuk selalu melakukan pengecekkan gula dalam darah. Dalam artikel ini saya juga akan membahas cara agar terhindar dari diabetes, mari simak sampai habis ya.

Mencegah Diabetes dengan Madu
Sumber Foto: klikdokter.com

Salah satu cara yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari diabetes adalah dengan mengonsumsi madu. Madu dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat Anda coba untuk mencegah hingga mengobati diabetes karena kandungan di dalamnya yang bermanfaat untuk tubuh. Madu kaya akan antioksidan sehingga berfungsi untuk membantu mengelola kadar gula darah dan turut meningkatkan produksi insulin. Inisulin merupakan hormon alami yang diproduksi oleh pankreas. Hormon ini nantinya akan berfungsi di tubuh sebagai pengubah glukosa menjadi energi dan disebarkan di seluruh tubuh. Hormon yang satu ini juga membantu tubuh menyimpan energi tersebut. Sehingga peran insulin sangatlah penting bagi penderita diabetes, semakin aktif insulin seseorang, semakin banyak kadar gula dalam darah yang diubah menjadi energi sehingga menurunkan risiko diabetes atau gula darah naik.

Oleh karena itu madu murni yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi mampu sebagai terapi bagi penderita diabetes. Selain kaya antioksidan kandungan lainnya dalam madu juga tak kalah hebat, pasalnya madu berkualitas tinggi selain memiliki banyak antioksidan yang penting, termasuk asam organik dan fenolik seperti flavonoid. Antioksidan telah dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Selain itu antioksidan juga memperbaiki kesehatan mata. Namun, pilihlah madu yang alami agar manfaatnya lebih terasa bagi kesehatan tubuh Anda. Salah satunya ialah produk madu dari Hermofit karena bahannya alami 100% tanpa pengawet dan telah teruji lulus BPOM, MUI (halal), dan Depkes.

Baca juga: Manfaat Madu bagi Tubuh yang Kamu Perlu Tahu

Ragam Pemanfaatan Madu yang Bisa Diterapkan
Sumber Foto: klikdokter.com

Karena manfaat madu yang begitu beragam, Anda bisa mengonsumsinya setiap hari dengan batasan yang tepat agar tidak berlebih. Batasan normal mengonsumsi madu menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu sendok makan madu mengandung sekitar 64 kalori dan 17 gram gula. Usahakan untuk menjaga asupan harian gula tambahan di bawah 100 kalori per hari bagi wanita dan 150 kalori bagi pria. Untuk mendapatakn khasiat madu dan menghindarkan Anda dari berbagai penyakit salah satunya diabetes, berikut akan saya paparkan ragam manfaat madu yang bisa Anda terapkan untuk kehidupan sehari-hari.

  • Sebagai Pengganti Gula

Anda dapat memanfaatkan madu sebagai pengganti gula karena madu lebih baik dibandingkan dengan gula pasir. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, madu mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Sehingga Anda dapat memperoleh manfaatnya dengan cara menganti gula pasir Anda dengan madu. Madu juga dapat digunakan sebagai penganti pemanis apapun itu dengan batasan konsumsi madu yang tepat. Sehingga tidak akan bermasalah atau menimbulkan efek samping dan menapatkan manfaatnya.

  • Sebagai Menu Sarapan

Hal lain dari madu yang dapat digunakan selain sebagai pengganti gula adalah sebagai menu sarapan. Siapa sangka madu dapat menjadi sarapan pagi Anda, tidak terbayangkan bukan? Tentu saja bisa, ada dapat mengkreasikan menu-menu sarapan dengan madu, salah satu contohnya adalah sebagai topping pancake. Jika Anda hendak mengetahui lebih lanjut mengenai ide kreasi sarapan sehat dengan madu dapat di klik di sini.

  • Sebagai Minuman

Terakhir, Anda bisa memanfaatkan madu sebagai bahan minuman. Karena rasanya yang manis tidak perlu penambahan gula dan akan terasa nikmat jika dicampurkan bahan-bahan lainnya seperti lemon yang akan menjadi honey lemon dengan kesegaran yang nyata. Anda dapat membuatnya panas ataupun dingin sesuai dengan selera Anda tanpa mengurangi rasa nikmat yang ada. Produk Hermofit juga mengeluarkan varian Honey Lemon, tapi madu yang kali ini beda. Pasalnya produk Honey Lemon ini terdiri dari madu asli dan potongan buah lemon segar di dalam jar sehingga memudahkan Anda dalam mengonsumsi honey lemon dengan sekali seduh saja. Dengan sekali seduhan selain praktis Anda juga akan mendapatkan berbagai manfaat untuk tubuh.

Manfaat Madu Sebagai Pengganti Gula

Manfaat Madu Sebagai Pengganti Gula

Madu merupakan cairan manis karena terbuat dari nektar bunga yang dikumpulkan oleh lebah. Madu dengan rasa yang manis tentunya dapat digunakan sebagai pengganti gula karena sama-sama manis bahkan madu lebih baik ternyata dibanding gula. Hal ini karena madu memiliki indeks glikemik yang rendah jadi lebih aman untuk dikonsumsi siapa saja termasuk penderita diabetes. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan apa pentingnya mengganti gula dengan madu.

1. Memiliki Indeks Glikemik Rendah

Sumber Foto: unsplash.com

Madu walaupun rasanya yang begitu manis ternyata indeks glikemik yang dimilikinya tergolong rendah. Namun apa itu indeks glikemik rendah? Ideks glikemik secara umum adalah sistem penggolongan makanan yang mengandung karbohidrat. Sebagaimana yang dijelaskan dalam studi terbitan jurnal Nutrients, indeks glikemik adalah angka (berskala 1-100) yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat diproses menjadi glukosa di dalam tubuh. Semakin tinggi indeks glikemik yang dimiliki oleh makanan atau minuman semakin cepat pula gula darah akan naik. Sehingga indeks glikemik yang rendah membantu Anda untuk menjaga kadar gula dalam darah. Ideks glikemik dibagi menjadi 3 golongan di antaranya:

  • Indeks Glikemik Rendah

Ideks glikemik rendah ditandai dengan angka kandungan karbohidrat kurang dari 55.

  • Indeks Glikemik Sedang

Ideks glikemik rendah ditandai dengan angka kandungan karbohidrat antara 56-69.

  • Indeks Glikemik Tinggi

Ideks glikemik rendah ditandai dengan angka kandungan karbohidrat lebih dari 70.

Baca juga: Simak Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Gula yang Perlu Anda Tahu

Sudah jelas bukan mengenai pengertian ideks glikemik? Namun apa pengaruhnya indeks glikemik yang rendah ke tubuh? Jelas ada pengaruhnya, dengan indeks glikemik yang rendah seperti madu, membuat tubuh Anda lebih sehat karena terhindar dan tersembuhkan beberapa penyakit diantara ialah:

  • Mencegah Diabetes
Sumber Foto: unsplash.com

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (Juli 2002) menyimpulkan bahwa makanan berindeks glikemik tinggi mampu meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Penelitian ini juga menyarankan penderita diabetes untuk menerapkan diet rendah indeks glikemik. Hal sederhana yang dapat Anda coba ialah mengganti gula Anda dengan madu karena ideks glikemik yang lebih rendah.

  • Sebagai Anti Kanker

Artikel dalam jurnal American Journal of Clinical Nutrition juga menyebutkan adanya korelasi antara makanan tinggi indeks glikemik dengan kenaikan risiko kanker kolorektal, kanker payudara dan mungkin juga kanker ovarium dan prostat. Dr Atkins dalam New Diet Revolution menyebut hubungan antara kanker dengan indeks glikemik yang didasari oleh fakta bahwa sel kanker “mendapatkan makanan dari gula.”

  • Mencegah Penyakit Jantung

Hal lain yang dapat Anda manfaatkan dari mengonsumsi madu ialah mencegah penyakit jantung. Sebab risiko penyakit jantung meningkat sejalan dengan total kolesterol tubuh Anda. American Journal of Clinical Nutrition juga melaporkan bahwa diet rendah indeks glikemik mengurangi kolesterol jahat dan trigliserida dalam waktu satu bulan, sehingga mengganti gula dengan madu terbukti untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.

2. Menambah Imunitas

Sumber Foto: unsplash.com

Manfaat lainnya jika Anda mengganti gula dengan madu ialah dapat meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh. Hal tersebut sangat penting mengingat persebaran virus corona yang semakin hari semakin bertambah dan belum ditemukan vaksin yang tepat. Salah satu langkah yang tepat ialah dengan memperkuat sistem imun tubuh dengan madu. Madu dipercaya dapat meningkatkan imunitas lantaran kadungannya yang kaya akan antioksidan flavonoid dan polifenol mampu memperkuat imunitas tubuh.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Saat Pandemi dengan Madu Alami

3. Menurunkan Berat Badan

Siapa sangka bahwa madu yang terasa manis bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Penelitian memperlihatkan ideks glikemik pangan memainkan peran penting pada tingkat nafsu makan. Madu memiliki ideks glikemik rendah dapat menunda rasa lapar. Madu dengan ideks glikemik rendah juga dapat memperbaiki respons glikemik siang hari. Makan secara bertahap pagi hari (intermeal), dengan kuantitas kalori total yang sama dengan kuantitas kalori pangan sekali konsumsi, dapat memperbaiki respons glikemik dan/atau menurunkan kadar glukosa darah pada siang atau sore hari dan menurunkan nafsu makan siang hari.

Baca juga: Manfaat Madu bagi Tubuh yang Kamu Perlu Tahu

Hati-hati Beberapa Makanan Ini Tidak Boleh Dicampur Madu, Simak Penjelasannya!

Hati-hati Beberapa Makanan Ini Tidak Boleh Dicampur Madu, Simak Penjelasannya!

Madu asli memang dikenal dengan segudang manfaatnya bagi kesehatan dari meringankan flu, menurunkan kadar gula dalam darah hingga sebagai antikanker karena mengandung antioksidan yang tinggi. Namun, tahukah Anda manfaat madu akan hilang jika bercampur dengan makanan terteentu? Bahkan tidak hanya sekedar hilang justru berbahaya jika dikonsumsi. Penasaran bukan makanan apa saja yang tidak bisa dicampurkan dengan madu? Mari simak penjelasan dalam artikel ini sampai habis ya agar menambah pengetahuan Anda. Selamat membaca.

Baca juga: Manfaat Madu bagi Tubuh yang Kamu Perlu Tahu

1. Daging Sapi Merah

Sumber Foto: pixabay.com

Jenis makanan pertama yang wajib Anda hindari untuk mencampurkannya dengan madu adalah daging sapi merah. Terlepas dari cara pengolahan yang Anda lakukan, tetap saja jangan menampur daging merah dengan madu saat memasak. Hal ini lantaran madu asli mengandung gula alami yang kemudian akan membuat daging lebih cepat untuk gosong. Makanan yang gosong tidak baik untuk Anda konsumsi karena selain cita rasa yang kurang begitu nikmat di lidah, makanan gosong mengandung zat karsinogen. Zat karsinogen inilah yang membahayakan jika Anda mengonsumsinya terlalu sering lantaran zat karsinogen memicu timbulnya kaker pada tubuh. Untuk itu pastikan Anda tidak mencampurkan daging sapi merah dengan madu saat memasak.

2. Minyak Samin

Sumber Foto: pixabay.com

Jenis makanan kedua yang wajib Anda hindari untuk mencampurkannya dengan madu asli adalah minyak samin atau ghee. Minyak samin sendiri terbuat dari lemak hewani yang dimurnikan dan biasanya diambil dari lemak onta. Minyak ini sendiri berasal dari kawasan Timur Laut Anak Benua India, minyak ini diproduksi secara luas di Anak Benua India, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Afrika Timur. Dalam bahasa Hindi sendiri ghee berarti lemak. Minyak samin mengandung lemak jenuh, bahan ini menghasilkan antioksidan yang ketika dipanaskan bisa mencegah risiko kanker dan dapat berguna untuk meminimalisir risiko kanker.

Meskipun banyak manfaatnya, minyak samin tidak dapat untuk digunakan bersamaan dengan madu murni. Pasalnya campuran dari kedua bahan makanan ini akan membuat zat racun di dalam tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi madu dan minyak samin bisa berakibat fatal pada tubuh dan perlu untuk dihindari.

3. Lobak

Sumber Foto: pixabay.com

Jenis makanan terakhir yang patut Anda hindari untuk mencampurkannya dengan madu asli adalah lobak. Lobak termasuk ke dalam jenis umbi-umbian dan berbentuk seperti wortel, tetapi isi dan kulitnya berwarna putih serta tekstur kulit luarnya yang terasa lebih halus. Tanaman lobak berasal dari Tiongkok, dan telah banyak diusahakan di Indonesia untuk dikonsumsi masyarakat secara luas. Lobak juga memiliki segudang manfaat bagi tubuh antara lain baik untuk saluran pernapasan atau paru-paru, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), melancarkan pencernaan, mencegah penyakit ginjal, mengurangi risiko kanker hingga membantu mengobati diabetes. Hal ini karena kadungan lobak yang sangat beragam dan berfungsi baik dalam tubuh. Namun kadungan yang baik dalam lobak tidak akan bermanfaat jika mencampurkannya dengan madu. Hal ini dikarenakan campuran kedua bahan tersebut berpotensi meningkatkan racun dalam tubuh kita. Sebaiknya, Anda cukup menggunakan bawang sebagai bumbu sayur lobak atau minyak zaitun dalam salad.

Itulah beberapa tips yang bisa saya berikan agar Anda tidak sampai salah dalam mencampurkan madu dengan berbagai jenis makanan. Jika niatan awal Anda adalah untuk menambahkan cita rasa ataupun pelengkap nutrisi, justru hilang karena perpaduan bahan yang kurang pas. Madu paling cocok digabungkan dengan rempah alami khas nusantara seperti jahe bahkan gula aren seperti kandungan pada Hermofit Honey Ginger dan Honey Ginger Palm Sugar. Keduanya terbuat dari jahe asli yang potongannya dapat ditemukan dalam botol untuk dimakan.

Tips Menggunakan Madu Sebagai Pereda Berbagai Penyakit

Tips Menggunakan Madu Sebagai Pereda Berbagai Penyakit

Madu asli telah dikenal sejak lama karena berbagai khasiat dan manfaatnya bagi kesehatan. Hal tersebut terbukti dengan pamanfaatan madu dari zaman dahulu sebagai jamu maupun pemanis dalam makanan tradisional. Rupanya madu sudah populer sejak dahulu dan eksistensinya tidak pernah berhenti. Penggemar madu pun beragam dari anak-anak hingga orang dewasa. Tapi siapa sangka bahwa khasiat dan manfaat madu dapat meredakan bahkan tidak hanya satu penyakit saja. Pasalnya madu memiliki komponen seperti enzim alami, ragi, banyak mineral, asam amino, air, dan tentu saja berbagai jenis gula. Karena beberapa komponen tersebut membuat madu menjadi obat alami yang ampuh menyembuhkan atau meredakan beragam penyakit. Namun, ada beberapa cara penggunaan yang perlu diperhatikan sesuai dengan penyakit yang diderita. Nah, inilah 5 tips cara mengonsumsi madu asli dengan cara yang benar dan sehat, simak penjelasannya ya.

1. Madu Sebagai Dekongestan

Sumber Foto: pixabay.com

Siapa sangka bahwa madu dapat digunakan sebagai dekongestan? Tunggu dulu, tapi apa itu sebenarnya dekongestan? Dekongestan adalah istilah untuk obat yang digunakan untuk meredakan kongesti nasal atau biasa disebut dengan hidung tersumbat. Hidung tersumbat ini biasanya disebabkan oleh pilek, flu, sinusitis, hingga alergi.

Madu asli dapat berfungsi sebagai dekongestan alami yang kuat yang benar-benar berfungsi. Hal ini karena madu berfungsi sebagai menstrum untuk membantu mengekstrak bahan kimia yang kuat dalam ramuan yang digunakan. Peradangan sinus ini bisa dihilangkan dengan racikan madu dekongestan, meskipun berkomposisi madu sebagai bahan utamanya, tetapi Anda juga harus menggabungkan kekuatan tanaman herbal dan rempah-rempah untuk dekongestan terbaik yang pernah ada. Salah satu herbal yang paling cocok menjadi pasangan madu adalah jahe. Karena jahe memiliki kandungan antiinflamasi yang cukup tinggi yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Perpaduan madu dan jahe juga dapat Anda jumpai di produk Hermofit Honey Ginger. Produk Hermofit Honey Ginger memudahkan Anda dalam mengonsumsi madu dan jahe dengan sekali seduh. Hermofit Honey Ginger juga terbuat dari bahan alami yaitu madu dan potongan jahe asli sehingga Anda dapat mengonsumsinya setiap hari tanpa mengkhawatirkan efek samping.

2. Madu Untuk Membalut Luka

Sumber Foto: pixabay.com

Manfaat lainnya dari madu asli adalah untuk membalut luka, tapi tentu saja tidak semua luka dapat dibalut dengan madu. Luka yang dapat dibalut oleh madu adalah luka luar kulit berupa luka bakar akibat matahari, gigitan serangga, hingga iritasi kulit. Namun tidak semua jenis madu dapat digunakan sebagai pembalut luka ya karena hanya madu manuka yang bisa dan aman digunakan. Melansir sebuah laporan tahun 2009 membandingkan 18 jenis madu dengan sampel madu Manuka kelas medis. Peneliti menemukan bahwa madu Manuka memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Ketiga sifat yang dimiliki itu membuat madu tersebut menjadi salah satu terapi perawatan luka yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2007.

Mengapa madu Manuka? Terkait ini, sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Jurnal FASEB mengatakan bahwa lebah menambahkan protein antibakteri yang disebut defensin-1. Ketika madu Manuka dioleskan pada kulit atau luka terbuka, enzim yang disebut oksidase glukosa akan rusak. Hal itu menyebabkan proses pelepasan hidrogen peroksida, yang membantu menghilangkan aktivitas bakteri di bagian yang telah dioleskan.

Lebih dari itu, ada pula bukti yang menyebutkan bahwa madu Manuka memiliki bioaktifitas yang merangsang respons imun. Ini membuat madu tersebut mampu mendorong pertumbuhan jaringan untuk perbaikan luka, menekan peradangan, dan menyebabkan debridemen autolitik lebih cepat. Serbuk sari yang dikumpulkan dari semak Manuka dan diubah menjadi madu juga telah dikenal efektif mengobati infeksi serius, mulai dari ruam kulit hingga kulit yang melepuh.

Itulah beberapa manfaat dari madu asli sebagai pengobatan herbal alami. Semoga artikel di atas membantu, selamat mencoba.

Simak Tips Menyimpan Madu Agar Kualitas Madu Tidak Rusak

Simak Tips Menyimpan Madu Agar Kualitas Madu Tidak Rusak

Siapa di sini yang merupakan penggemar madu? Madu memang banyak peminatnya karena rasanya yang manis dan kaya akan manfaat pula. Pemanfaatan madu sangat beragam mulai dari minuman hingga makanan. Anda bahkan bisa membuat sarapan dengan bahan dasar madu, jika Anda penasaran dengan ide kreasinya bisa Anda lebih lanjut baca di sini. Selain sebagai menu sarapan, madu juga bisa digunakan sebagai kreasi bahan minuman, pengganti gula, hingga sebagai suplemen daya tahan tubuh karena beragam kandungan di dalamnya yang mampu meningkatkan imunitas. Pastikan bahwa Anda memilih madu yang asli untuk dikonsumsi sehari-hari agar tidak berbahaya dan menimbulkan efek samping. Jika Anda masih bingung untuk membedakan madu asli dan palsu saya akan berikan tipsnya di sini. Selain itu, hal terpenting disamping memilih madu yang asli adalah cara penyimpanan madu. Madu akan lebih mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar, berikut akan saya berikan cara menyimpan madu yang baik dan benar agar tidak menimbulkan kerusakan madu, mari simak tipsnya ya.

1. Jangan Terpapar Sinar Matahari

Sumber Foto: unsplash.com

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah untuk tidak menyimpannya di tempat yang terpapar langsung oleh sinar matahari. Pasalnya madu yang disimpan di bawah sinar matahari dapat membuat madu berubah warna bahkan menghitam rasanyapun juga berubah. Madu yang telah berubah warna karena penyimpanan yang tidak baik mengalami kerusakan nutrisi dan mempersingkat waktu konsumsi madu.

2. Simpan di Tempat yang Kering

Hal kedua yang harus Anda perhatikan ialah untuk selalu menyimpan madu di tempat yang kering dan sejuk. Madu yang disimpan di tempat kering dan sejuk tidak akan mengubah kualitas dan mempertahankan waktu konsumsi madu.

3. Pastikan Wadah Madu Tertutup

Sumber Foto: unsplash.com

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah untuk memastikan tutup wadah madu tertutup dengan rapat. Hal ini akan mengurangi kontaminasi berbagai hal yang membuat kualitas madu menurun. Pastikan juga wadah madu sudah bersih dari semut ataupun kotoran lainnya.

4. Hindarkan dari Bau Menyengat

Cara yang keempat adalah dengan menjauhkan madu dari bau yang menyengat, semisal Anda adalah pecinta durian maka simpanlah madu dan durian di tempat yang berbeda dan pastikan keduanya tidak berdekatan. Hal ini karena bau yang menyengat dapat merusak kualitas madu.

5. Jangan Simpan di Wadah Logam

Hal kelima yang harus diperhatikan adalah untuk tidak menyimpan madu dalam wadah logam. Hal ini karena wadah yang terbuat dari logam ditakutkan akan merusak madu dan justru madu berubah menjadi racun karena zat kimia berbahaya pada logam menyatu dengan madu. Wadah terbaik untuk menyimpan madu berupa kaca maupun plastik, karena keduanya tidak memiliki bahan aktif yang bereaksi jika dicampurkan dengan madu.

6. Simpan di Lemari Pendingin

Sumber Foto: unsplash.com

Langkah terakhir yang dapat Anda coba untuk menyimpan madu adalah dengan menaruhnya di lemari pendingin. Pasalnya jika Anda menyimpan madu di lemari pendingin akan mengurangi risiko berkembangnya bakteri di madu setelah membuka tutup wadahnya pertama kali. Karena madu paling baik disimpan dalam suhu 10-20°C.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk menyimpan madu secara baik dan benar. Pasalnya untuk madu murni alami, penyimpanan tidak bisa sembarangan. Pastikan juga madu yang Anda konsumsi setiap hari adalah madu murni seperti Hermofit Honey. Hermofit Honey terbuat dari 100% bahan alami tanpa pemanis buatan dan pengawet. Jadi Anda tidak perlu khawatir untuk mendapatkan manfaat dari madu asli dari Hermofit Honey.

6 Bahan Alami Pengganti Gula yang Lebih Sehat

6 Bahan Alami Pengganti Gula yang Lebih Sehat

Gula pasir memiliki risiko yang cukup tinggi jika dikonsumsi setiap hari. Pasalnya gula lebih cepat diserap oleh tubuh dan meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Sehingga untuk mengurangi kadar glukosa dalam darah Anda dapat menggantinya dengan bahan alami lainnya. Pengganti gula pasir bersifat meniru rasa gula ketika bertemu dengan lidah dan kalori yang dimilikinya lebih rendah. Mengganti gula Anda dengan bahan alami lainnya juga bisa menjaga gula darah normal. Berikut akan saya berikan 6 bahan alami yang bisa mengganti gula pasir Anda.

1. Madu

Bahan alami yang pertama adalah madu. Madu memiliki sifat manis alami karena berasal dari nektar bunga. Madu adalah pemanis alami terbaik untuk menggantikan gula. Pasalnya madu tidak hanya manis tetapi juga memiliki beberapa kandungan gizi di dalamnya yang bermanfaat bagi tubuh.  Diantaranya ialah sebagai anti oksidan, anti diabetes, anti inflamasi hingga anti bakteri. Tingkat kemanisan madu 25 persen di atas gula rafinasi. Madu juga mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, asam amino dan asam organik. Madu dengan bahan alami yang dapat saya rekomendasikan adalah Madu Hermofit karena terbuat dari 100% bahan alami bahkan tanpa pengawet.

2. Gula Aren

Sumber Foto: kompas.com

Pemanis alami selanjutnya yang bisa Anda gunakan ialah gula aren. Gula aren selain rasanya yang manis ternyata indeks glikemiknya lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir biasa. Gula ini berasal dari nira pohon aren dan biasanya berwarna coklat dengan tekstur yang sedikit kasar. Gula aren dapat dijadikan pemanis dalam makanan maupun minuman.

3. Sirop Jagung

Pemanis alami yang ketiga adalah sirop jagung. Sirop jagung terbuat dari tepung jagung dan mengandung sejumlah besar maltosa dan oligosakarida yang tinggi. Dalam 100 gram sirop jagung terkadung 0 gram lemak jenuh, 0 gram kolesterol, 155 mg natrium, dan 44 mg kalium. Hal tersebut membuat sirop jagung aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun orang yang sedang diet.

4. Daun Stevia

Daun stevia banyak digunakan untuk mengganti gula pasir. Hal ini karena daun stevia memiliki rasa yang manis mendekati gula asli. Meskipun begitu kadar kalori yang dimiki daun stevia jauh lebih rendah dibandingkan gula pasir. Senyawa stevioside yang terkandung di dalamnya membuat daun stevia sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun orang yang sedang menjalankan program diet.

5. Sirop Maple

Sumber Foto: pexels.com

Sirop ini berasal dari getah maple hitam yang banyak dijumpai di Kanada. Sirop ini aman untuk dikonsumsi karena kadungan lemak dan kolesterol hanyalah 0 gram. Dalam 100 gram sirop maple juga terkandung kalium sebesar 212 mg, natrium 12 mg, dan kalsium 102 mg. Sirop maple biasa disajikan dengan pancake sebagai bahan pelengkap di atasnya. Selain itu sirop mapel memiliki kandungan quebecol yang bermanfaat mencegah beberapa penyakit, yakni kanker, diabetes, alzheimer, dan penyakit lain yang disebabkan bakteri.

6. Sirop Kurma

Pemanis terakhir yang bisa Anda gunakan sebagai pengganti gula pasir ialah sirop kurma. Sirop kurma berasal dari buah kurma sehingga memiliki rasa yang manis dan indeks glikemik yang rendah. Sirop ini juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda, salah satunya meningkatkan energi karena kandungan gula yang manis dapat diubah menjadi energi. Selain itu sirop kurma bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat serta mencegah sakit jantung, stroke, dan kanker. Sirop ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda untuk mengganti gula pasir di rumah.