Simak Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Gula yang Perlu Anda Tahu

Simak Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Gula yang Perlu Anda Tahu

Gula tentunya sudah tidak asing lagi bukan bagi Anda? Ya, karena gula sangat mudah untuk kita jumpai sehari-hari. Hampir setiap makanan maupun minuman menggunakan penambahan gula. Hal tersebut membuat kita secara tidak sadar sudah mengonsumsi gula pada setiap makanan maupun minuman yang kita konsumsi.

Tapi, tahukah Anda jika mengonsumsi gula secara berlebih tidak baik bahkan akan berdampak buruk bagi tubuh? Hal ini ditekankan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, mereka memberikan himbauan batas asupan gula per hari sebesar 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Tapi apa yang terjadi jika Anda secara tidak sadar menonsumsi gula lebih dari 50 gram? Tentu akan menimbulkan bahaya jika terlalu sering dikonsumsi. Berikut akan saya berikan ringkasan bahaya karena kelebihan mengonsumsi gula.

1. Obesitas

Sumber Foto: pexels.com

Dampak pertama yang mungkin akan Anda alami adalah kenaikan berat badan yang signifikan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang menggandung gula tinggi. Penambahan berat badan yang tidak dijaga dengan baik serta kurangnya olahraga akan membuat tubuh memiliki peluang lebih besar terkena obesitas. Obesitas tentu tidak berdampak baik bagi tubuh Anda. Pasalnya, penderita obesitas memicu timbulnya penyakit serius dalam tubuh seperti hipertensi, diabetes, dan jantung. Seram kan, jadi jangan sampai berat badan Anda naik secara signifikan terlebih lagi mengalami obesitas. Obesitas ditandai dengan pengukuran ideks massa tubuh (BMI) yang menujukkan angka lebih dari 30.

2. Komplikasi Penyakit Kronis

Terlalu banyak mengonsumsi gula tentunya akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Kadar gula dalam darah yang tinggi harus diwaspadai pula, pasalnya hal tersebut menyebabkan beberapa penyakit kronis dalam tubuh jika tak kunjung diselesaikan. Kadar gula yang tinggi memicu diabetes. Diabetes akan berdampak langsung ke sistem jantung dan pembuluh darah sehingga penderita diabetes memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Hal tersebut patut Anda waspadai karena jika sudah terkena diabetes akan sulit untuk menyembuhkannya dan mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Jika penderita diabetes mendapatkan goresan luka juga akan lebih sulit untuk sembuh, karena penderita diabetes lebih rentan terkena peradangan yang menyebabkan infeksi.

3. Menimbulkan Jerawat

Sumber Foto: pexels.com

Siapa sangka bahwa jerawat yang mungkin muncul di wajah Anda adalah produk dari terlalu banyak mengonsumsi gula? Hal tersebut sangat mungkin karena kandungan glukosa yang cukup tinggi dapat memicu insulin dalam tubuh dan menyebabkan jerawat keluar dari wajah Anda. Makanan manis yang mengandung gula juga meningkatkan produksi minyak pada wajah sehingga lebih rentan berjerawat. Selain itu gula juga memperparah peradangan jika Anda sedang berjerawat. Oleh karena itu pastikan Anda mengonsumsi gula pada batas wajar yang dianjurkan.

4. Mudah Lelah

Makanan dan minuman yang tinggi akan kadar gulanya dapat membuat tubuh kita bertenaga. Hal tersebut terjadi karena tubuh akan mengubah glukosa dalam darah menjadi energi yang dapat diunakan untuk aktivitas kita sehari-hari. Namun jika mengonsumsi makanan dan minuman yag tinggi akan kadar gula justru hal terjadi adalah sebaliknya. Anda tidak akan bertenaga justru akan cepat lelah.Dilansir dari Diabetes.co.uk, kadar gula darah yang tinggi, baik akibat kurangnya hormon insulin atau mengalami resistensi insulin, dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mendapatkan glukosa darah ke sel untuk memenuhi kebutuhan energi. Hal ini menakibatkan, Anda menjadi mudah lelah dan cepat mengantuk.

5. Depresi

Sumber Foto: pexels.com

Faktor depresi tidak selalu disebabkan oleh genetik, hormon, ataupun lingkungan tempat tumbuh seseorang. Salah satu faktor depresi lainnya ialah terlampauinya batas asupan gula harian. Hal ini karena gula berperan besar dalam hormon BDNF. Peneliti menemukan, konsumsi gula secara berlebihan meningkatkan risiko depresi. Konsumsi gula yang berlebihan juga memperburuk kondisi seseorang dengan skizofrenia. Gula dapat menekan aktivitas dari hormon BDNF, yang mana berkadar rendah pada orang dengan depresi dan skizofrenia.

Bagaimana? Setelah membaca artikel di atas bukankah membuat Anda tersadar akan pentingnya mengatur gula yang Anda konsumsi bukan? Cara lain yang dapat Anda terapkan selain mengurangi asupan gula juga mengganti gula dengan madu. Karena madu merupakan bahan alami terbaik untuk menggantikan gula. Pilihlah madu yang alami seperti madu Hermofit karena tidak mengandung bahan pengawet. Madu Hermofit juga memiliki varian beragam antara lain Honey Lemon, Honey Ginger, dan Honey Palm Sugar sehingga Anda tidak akan bosan dengan rasa madu yang itu-itu saja.