Mengenal Covert Selling Bagi Pemula untuk Mengembangkan Bisnis Online Anda

Mengenal Covert Selling Bagi Pemula untuk Mengembangkan Bisnis Online Anda

Setelah membaca dan mengetahui teknik marketing 360 campaign yang sebelumnya saya bahas untuk meningkatkan pemasaran Anda kini saatnya Anda mengetahui teknik yang baru untuk meningkatkan penjualan. Cara jualan online yang akan saya bahas kali ini adalah covert selling. Mungkin Anda juga baru pertama kali mendengarnya dan masih bingung untuk dapat diterapkan di mana. Tenang saja artikel kali ini akan membahas covert selling agar bisa Anda terapkan dalam bisnis online yang Anda jalani, selamat membaca.

1. Apa Itu Covert Selling?

Sumber Foto: pexels.com

Sebagai penjual terkadang Anda mengalami stuck atau merasa buntu untuk menawarkan barang dagangan yang Anda jualkan. Teknik hard selling sudah sangat sering ditemui dan membuat konsumen bonsan, tidak jarang pula banyak konsumen yang langsung meng-unfollow atau blokir akun jualan Anda jika terus-menerus menerapkan teknik hard selling. Oleh karena itu penting untuk Anda mengetahui covert selling. Namun, apa yang disebut dengan covert sellingCovert selling adalah teknik jualan secara terselubung yang menargetkan agar konsumen yang mendengar atau membacanya menjadi tertarik untuk membeli tanpa merasa ditawari. Teknik ini mulai banyak diterapkan oleh pebisnis yang berjualan di media sosial seperti Facebook dan Instagram karena dianggap menarik dan menyenangkan pembacanya.

2. Tips-tips Menerapkan Covert Selling

Jika sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan covert selling kini saatnya Anda masuk ke dalam langkah penerapannya yang akan saya jelaskan di bawah ini.

  • Menyebutkan Masalah yang Dihadapi

Konsumen biasanya teliti sebelum membeli bahkan tak jarang yang melihat review atau testimoni sebelum melakukan transaksi. Hal ini dapat membuat konsumen lebih yakin dalam menentukan produk pilihannya. Hal ini juga merupakan celah besar untuk Anda memaksimalkan covert selling dengan cara menyebutkan masalah yang kemungkinan dihadapi calon konsumen agar menarik perhatian. Kemudian bungkus masalah yang kemungkinan dihadapi dengan pendekatan bercerita, agar lebih menarik karena kebanyakan orang suka mendengarkan cerita.

Contohnya dengan membagikan pengalaman kesulitan yang sama. Misalnya Anda menjual produk madu untuk menambah imunitas,  maka Anda harus menceritakan pengalaman orang yang tadinya rentan sakit kini lebih sehat dengan mengonsumsi madu yang Anda jualkan. Semakin spesifik, relevan dan sama kesulitan yang dihadapi antara prospek dan objek testimoni maka akan semakin bagus. Selain itu cerita perjalanan transformasi dari titik A ke hasil di titik B yang detil adalah salah satu cara covert selling yang bagus. Cerita testimoni semacam ini akan meningkatkan social proof produk anda di mata prospek atau calon konsumen.

  • Berikan Metrik untuk Meningkatkan Kredibilitas
Sumber Foto: pexels.com

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah memberikan metrik atau statistik untuk meningkatkan penjualan Anda. Hal ini karena data dan fakta yang Anda sampaikan memberikan otoritas dan citra analisa yang kuat bahwa apa yang Anda tawarkan memang terbukti. Misalnya Anda memberikan informasi bahwa salah satu reseller anda berhasil menaikkan penjualan hingga 200% dalam 1 bulan karena jasa marketing media sosial yang Anda punya. Angka 200% tentu sangat seksi jika dilihat oleh para pemilik bisnis yang penjualannya stagnan. Metrik yang jelas seperti itu memberikan citra hasil kerja yang terukur dan kredibel.

  • Memadukan Cerita dengan Gambar

Tips covert selling yang ketiga adalah dengan teknik memadukan cerita dengan gambar. Gambar sering kali lebih meyakinkan orang dalam membeli semisal dahulu si A gemuk lalu mengonsumsi produk Anda si A berhasil menurunkan berat badan hingga 10kg. Tentunya konsumen tidak akan mudah percaya jika tanpa disertai bukti yang nyata. Oleh karena itu Anda bisa memadukan cerita dan gambar testimoni klien Anda sebelumnya.

  • Berikan Studi Kasus

Tips selanjutnya adalah dengan cara memberikan studi kasus kepada calon konsumen. Menceritakan sebuah pengalaman yang pernah anda atau customer anda alami di hadapan prospek merupakan cara bagus untuk menarik perhatian. Akan lebih baik jika yang menyampaikan hal ini bukan dari mulut anda tapi orang yang bersangkutan langsung. Misalnya anda meminta mereka memberikan testimoni yang direkam dalam bentuk video atau audio. Cara ini terbukti meningkatkan kredibilitas anda dan produk yang anda jual di hadapan prospek.

  • Maksimalkan Copywriting
Sumber Foto: pexels.com

Hal terakhir yang perlu Anda perhatikan adalah copywriting, karena hal ini berperan sangat besar dalam penjualan bisnis online Anda. Penulisan atau ucapan yang disampaikan harus relevan dengan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh prospek audiens Anda. Perlu dipahami bahwa covert selling tidak ada perintah call to action (CTA) seperti direct selling seperti “BELI SEKARANG!”, “KLAIM PROMO SAAT INI JUGA!”dsb. Teknik ini fokus untuk membuat orang tertarik tanpa merasa ditawarkan produk dan mengeksploitasi sifat kepo orang lain. Berikut akan saya berikan contoh copywriting dalam covert selling.

“Baru bangun pagi-pagi, cek HP ada notifikasi di website untuk ngirim madu ke Jakarta sebanyak 1000 biji. Dikiranya saya lagi mimpi. Ternyata setelah mandi dan nyawa kekumpul ternyata pesanannya beneran. Iseng-iseng tanya ke konsumen buat apa madu sebanyak ini. Ternyata buat acara gathering kantor. Alhamdulillah banget. Padahal fitur untuk bulk order madu di website baru dilaunching kemarin malem. Rejeki emang gak kemana.”

Baca juga: Story Resseler Yoyok dengan Omset 2.5M/Hari