4 Keselahan yang Biasa Dilakukan Pemula Bisnis Online

4 Keselahan yang Biasa Dilakukan Pemula Bisnis Online

Di era perkembangan teknologi ini semakin banyak bisnis online yang berkembang dengan begitu pesatnya. Semakin banyak pula kompetitor baru bermunculan untuk memindahkan lahan jualannya ke bidang online karena memiliki lebih banyak segi keuntungan. Jika Anda hendak mencoba peruntungan peluang bisnis online ini tentunya Anda harus memperhatikan beberapa hal agar bisnis online yang Anda jalankan berkembang dengan keinginan Anda. Berikut saya juga akan memaparkan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula bisnis online dalam melakukan usahanya, agar Anda terhindarkan dari kesalahan serupa.

1. Asal Menjual Barang

Hal pertama yang biasa dilakukan oleh pemula bisnis online ialah asal dalam menjual barang dagangannya. Dalam artian mereka tidak melakukan riset produk dan pasar terlebih dahulu sebelum mulai berjualan. Dengan begitu persiapan yang dilakukan juga akan kurang matang tanpa mengetahui minat pasar itu sendiri. Biasnya mereka hanya menjualkan barang dengan harga beli yang rendah dan menjualnya lebih tinggi agar mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Sayangnya, dalam dunia bisnis hal yang harus Anda perhatikan tidak hanya income saja namun target pasar, jika income dari barang tersebut sudah cukup menjajikan namun bila target pasar yang didaptkan tidak banyak dan sesuai sama saja tidak akan ada income yang datang menghampiri Anda.

Namun jika Anda masih bingung, ada baiknya Anda begabung dengan program dropship maupun reseller  suatu brand perusahaan. Karena sudah jelas tahapannya dan tentunya juga mereka telah lebih dahulu melakukan riset pasar. Seperti Hermofit yang telah menjualkan lebih dari 20 ribu produk kurang dari 1 bulan, dan kini membuka peluang usaha reseller yang menggiurkan.

2. Tidak Memetakan Keuangan

Sumber Foto: pexels.com

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan ialah tidak memetakan ataupun menganggarkan keungan. Sangat penting untuk memetakan keuangan dan membagi-bagikannya berdasarkan skala prioritas terpenting, misalnya anggaran untuk promosi atau beriklan hingga fixed cost perbulannya. Jika tidak diatur dengan seksama maka akan menimbulkan bencana pada nantinya. Perhatikan juga arus kas, kebutuhan modal, dan pencatatan keuangan harus menjadi fokus utama ketika memulai sebuah bisnis. Pastikan kamu memilki perhitungan berapa modal yang dibutuhkan. Jagan pernah meremehkan pencatatan keuangan dan mengatur keuangan bisnis.

3. Tidak Memaksimalkan Penggunaan Internet

Hal selanjutnya yang sangat krusial ialah tidak memaksimalkan penggunaan internet padahal zaman semakin berkembang, maka dari itu Anda juga harus melakukan adaptasi agar dapat bertahan dan mengalahkan kompetitor dalam bersaing. Anda dapat mengiklankan produk yang Anda jual lebih mudah melalui internet, mulai dari  membuat akun media sosial untuk berjualan agar lebih mudah berinteraksi dan dekat dengan calon konsumen. Anda dapat membuat berbagai akun media sosial seperti Facebook, Instagram, hinga TikTok pasalnya banyak bersliweran konten yang mengulas suatu produk yang merupakan bagian dari strategi marketing. Selain media sosial, Anda dapat membuat website resmi yang mennunjukkan profil perusahaan serta produk yang dijualkannya. Hal tersebut lebih membuat calon konsumen percaya akan brand reputation yang Anda presentasikan dalam website. 

4. Tidak Melakukan Pelayan yang Baik Kepada Konsumen

Seiring makin tingginya transaksi, banyak pebisnis yang kemudian lupa bahwa pelanggan adalah raja sehingga mereka mengabaikan customer service. Dalam bisnis online, customer service adalah bagian yang paling penting. Kita sebagai customer akan lebih percaya jika ada layanan live chat di toko online. Konsumen bisa bertanya menganai cara pesan, detail order atau proses pengirimannya. Selain itu, Anda juga harus memiliki prosedur untuk menyelesaikan keluhan pelanggan.

Baca juga: 3 Strategi Penjualan bagi Pemula